Mau Nikah, Simak Persyaratan Nikah di Musim Pandemi Covid-19

Wabah pandemi covid-19 yang sudah menyebar hampir ke seluruh dunia, membuat segalanya berubah drastis, dimulai dari adanya budaya cuci tangan yang benar, budaya social distancing, budaya pemakaian masker, dan bahkan acara untuk pernikahan pun kini berubah cara dan gayanya. Sebelum adanya pandemi covid-19 orang melaksanakan pernikahan pastinya memperhatikan hal mulai dari siapa saja yang diundang, seberapa banyak undangan, nikahan nanti mengadakan acara di gedung mana, menagdakan pertunjukan menyayi atau enggak, preweddingnya dimana, dan lain sebagainya hingga akhirnya semua itu berubah karena wabah ini.

Awal mulanya wabah masuk ke Indonesia,  lalu menyebar dan membuat banyaknya kasus yang terinfeksi setiap harinya sempat membuat rencana untuk menikah bagi beberapa orang tertunda, dan yang akan menyelenggarakan acara tahu hal ini pasti mengecewakan, namun keselamatan yang utama. Tapi, sekarang sudah berlakunya era new normal dimana, kita bisa berkegiatan seperti biasanya, termasuk menyelenggarakan pernikahan, namun dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.

Lalu selain itu apa saja sih persyaratan nikah di musim pandemi covid-19 ini? Yuk simak beberapa syaratnya.

Pertama, pendaftaran nikah dapat dilakukan via online di halaman situs web simkah.kemenag.go.id, atau via telepon, email, sebagai solusi akibat dari musim pandemi covid-19 ini. Meminimalisir untuk berpergian juga salah satu cara kalian mencegah penyebaran virus ini. Namun jika kalian tidak bisa melakukan ketiga hal tersebut, kalian bisa mendatangi langsung layanan nikah di KUA di hari dan jam kerjanya, dan tetap ingat dengan protokol kesehatan yang berlaku ya. (masker, cuci tangan, sosial distancing)

Kedua, tentukan dimana kalian akan melangsungkan akad nikah, hal ini penting untuk kalian perhatikan, karena ada syaratnya lho seberapa orang yang boleh ada di tempat tersebut. Jika kalian memilih untuk melangsungkan pernikahan di KUA  atau di rumah syaratnya yaitu peserta prosesi akad nikah maksimal 10 orang saja, jadi demi menghindari risiko covid-19 ini kalian hanya boleh dengan syarat yang sudah ditentukan kan. Lalu jika kalian melangsungkan pernikahan di gedung pertemuan atau di masjid maka pesertanya maksimal 20% dari kapasitas ruangan, serta tidak lebih dari 30 orang.

Dalam hal ini KUA juga memiliki hak dalam mengatur waktu, tempat, petugas, serta catin agar keterlaksanaan protokol kesehatan berjalan dengan baik, dan apabila protokol kesehatan ini tidak diterapkan atau dilanggar maka penghulu “wajib” menolak pelayanan nikah. Kini di setiap tempat, di depan rumah diwajibkan untuk menyediakan fasilitas untuk cuci tangan, serta mewajibkan bagi setiap yang datang/tamu undangan untuk cuci tangan di tempat yang telah disediakan tersebut.

Ketiga, social distancing. Enggak seperti sebelumnya, kalian bebas cipika cipiki, berjabat tangan, dan lain-lainnya, namun karena adanya wabah ini yang rentang penularannya, maka kalian wajib memperhatikan protokol kesehatan yaitu social distancing alias jaga jarak. Hal ini dilakukan karena kita tidak tahu, bagaimana keadaan kesehatan, riwayat perjalanan orang yang kita temui di tempat pernikahan tersebut, demi menjaga kesehatan, tetap waspada  ya.

Demi menghindari sesuatu yang tidak diinginkan, dan demi proses pernikahan kalian berjalan dengan selamat, wajib ikuti persyaratan yang telah ditentukan tersebut. Persyaratan nikah tersebut dicetus oleh Bimas Islam, Kementrian Agama Republik Indonesia, dimana kalian dapat kunjungi situsnya di bimasislam.kemenag.go.id untuk info lebih lengkapnya. Itulah syarat pernikahan yang wajib dilaksanakan di musim pandemi covid-19 ini, semoga bagi kalian yang hendak melangsungkan pernikahan di musim pandemi ini dapat melangsungkannya dengan tertib dan aman, serta melaksanakan peraturan dan persyaratan yang telah ditentukan tersebut hingga akhirnya ada kata “SAH”.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Home
About
Whatsapp
Location
Promo